{"id":23,"date":"2026-05-25T04:56:00","date_gmt":"2026-05-25T04:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/vf-online.com\/?p=23"},"modified":"2026-05-25T04:59:51","modified_gmt":"2026-05-25T04:59:51","slug":"membongkar-rahasia-3d-animation-dunia-maya-yang-terasa-begitu-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/2026\/05\/25\/membongkar-rahasia-3d-animation-dunia-maya-yang-terasa-begitu-nyata\/","title":{"rendered":"Membongkar Rahasia 3D Animation: Dunia Maya yang Terasa Begitu Nyata"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halo, para penjelajah imajinasi. Pernahkah Anda menonton film seperti <em>Toy Story<\/em>, <em>Frozen<\/em>, atau <em>Spider-Man: Into the Spider-Verse<\/em>? Lalu tiba-tiba bertanya dalam hati, <em>&#8220;Gimana sih caranya mereka bikin karakter kartun itu kelihatan begitu\u2026 hidup?&#8221;<\/em> Jawabannya bukan sulap, juga bukan sihir. Jawabannya adalah <strong>Animasi 3D<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan artikel sebelumnya yang membahas 2D digital atau animasi tradisional yang hangat dan manual, kali ini kita akan masuk ke dunia yang dingin namun menakjubkan: dunia poligon, koordinat XYZ, dan komputer yang bekerja 24 jam hanya untuk merender satu adegan hujan salju. Jangan takut; saya akan menjadi pemandu yang ramah. Mari mulai!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Animasi 3D? Bukan Sekadar Gambar yang &#8220;Nongol&#8221;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, <strong>animasi 3D<\/strong> adalah proses menciptakan gerakan pada objek di dalam ruang tiga dimensi (memiliki panjang, lebar, dan <em>kedalaman<\/em>) menggunakan bantuan perangkat lunak komputer. Bedanya dengan 2D? Kalau animasi 2D seperti menggambar di atas kertas\u2014Anda hanya bisa bergerak ke kanan-kiri, atas-bawah. Sedangkan animasi 3D seperti bermain dengan boneka di dalam kotak kaca: Anda bisa memutar, mendekatkan, menjauhkan, bahkan &#8220;masuk&#8221; ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh paling ikonik? <em>Toy Story<\/em> (1995) adalah film 3D pertama sepanjang sejarah. Sejak saat itu, industri film, game, arsitektur, hingga medis berlomba-lomba memanfaatkan teknologi ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Membuat Animasi 3D: Seperti Merakit Robot dari Nol<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat animasi 3D tidak sesederhana &#8220;download aplikasi, lalu jadi&#8221;. Ada alur panjang yang bisa saya rangkum dalam beberapa langkah kocak namun serius berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Modeling \u2014 Membentuk Tanah Liat Digital<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah tahap &#8220;menggambar di ruang angkasa&#8221;. Animator 3D menggunakan titik-titik (<em>vertex<\/em>) yang disatukan menjadi garis (<em>edge<\/em>), lalu menjadi bidang (<em>face<\/em>). Kumpulan bidang membentuk sebuah <em>mesh<\/em>\u2014bayangkan seperti kerangka kawat berbentuk karakter atau objek.<br><em>Kiasan:<\/em> Seperti membuat patung dari lilin, tapi Anda menggunakan mouse dan keyboard, serta mata yang pegal melihat garis bantu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Texturing \u2014 Memberi Kulit dan Pakaian<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Objek yang masih abu-abu seperti patung gipsum perlu &#8220;dibungkus&#8221; dengan gambar 2D yang disebut <em>texture<\/em>. Misalnya, kulit Woody di <em>Toy Story<\/em> harus punya tekstur kain jeans, motif baju koboi, dan serat topi. Ada juga yang disebut <em>UV mapping<\/em>\u2014istilah keren untuk &#8220;membuka gulungan&#8221; model 3D menjadi bidang datar supaya bisa ditempeli gambar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Rigging \u2014 Memasang Tulang Palsu<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya karakter bisa bergerak (tersenyum, berlari, menangis), ia perlu <em>rig<\/em>\u2014kerangka digital yang mengontrol setiap bagian tubuh. Ibaratnya, Anda memasang tulang, sendi, dan otot ke dalam boneka. Seorang <em>rigger<\/em> adalah profesi khusus yang tugasnya memastikan ketika Anda menggerakkan &#8220;tulang&#8221; lengan, maka &#8220;daging&#8221; di sekitarnya ikut bergerak secara alami.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Animation \u2014 Memberi Kehidupan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, inilah inti dari &#8220;animasi&#8221; itu sendiri. Setelah model selesai dan rig terpasang, animator mulai memainkan posisi rig di setiap <em>frame<\/em> (biasanya 24 atau 30 frame per detik). Bedanya dengan 2D? Di 3D, Anda tidak perlu menggambar ulang setiap frame\u2014Anda cukup mencatat posisi tulang di waktu tertentu, lalu komputer akan menghitung otomatis gerakan di antaranya (ini disebut <em>interpolation<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bandingkan dengan tradisional:<\/strong> Kalau animator tradisional menggambar 24 gambar berbeda setiap detik, animator 3D cukup mengatur 2 atau 3 pose kunci per detik, lalu komputer mengisi sisanya. Praktis? Ya. Tapi hasilnya akan kaku jika tidak dihaluskan manual.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Lighting &amp; Rendering \u2014 Menyalakan Lampu Studio<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah tahap yang paling <em>dramatis<\/em>. Tanpa pencahayaan, objek 3D terlihat datar dan palsu. Animator menambahkan lampu virtual (seperti lampu matahari, lampu studio, lampu neon) untuk menciptakan suasana: mencekam, romantis, atau ceria. Setelah itu, <em>rendering<\/em>: proses paling memakan waktu. Komputer menghitung bagaimana cahaya memantul, bagaimana bayangan jatuh, dan bagaimana warna menyebar. Satu bingkai bisa memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam tergantung kerumitannya. Bayangkan untuk film 90 menit\u2014wah, bisa berbulan-bulan hanya untuk <em>render<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Cepat 3D vs 2D vs Tradisional (Biar Gak Bingung)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya Anda memiliki gambaran utuh, saya buatkan perbandingan gaya &#8220;warung kopi&#8221; berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Aspek<\/strong><\/th><th><strong>Tradisional<\/strong><\/th><th><strong>2D Digital<\/strong><\/th><th><strong>3D<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Alat utama<\/td><td>Pensil, kertas, cel<\/td><td>Tablet, software gambar (Krita, CSP)<\/td><td>Software 3D (Blender, Maya, 3ds Max)<\/td><\/tr><tr><td>Gerakan<\/td><td>Digambar bingkai demi bingkai<\/td><td>Digambar bingkai demi bingkai (digital)<\/td><td>Posisi rig dikunci otomatis<\/td><\/tr><tr><td>Kesalahan<\/td><td>Harus ulang dari awal<\/td><td>Tekan Ctrl+Z<\/td><td>Ctrl+Z juga, tapi butuh re-rig jika salah<\/td><\/tr><tr><td>Hasil akhir<\/td><td>Hangat, tekstur terasa<\/td><td>Rapi, warna solid<\/td><td>Sangat realistis atau stylized 3D<\/td><\/tr><tr><td>Waktu produksi<\/td><td>Sangat lama<\/td><td>Sedang<\/td><td>Cenderung lama karena rendering<\/td><\/tr><tr><td>Contoh karya<\/td><td>Snow White<\/td><td>Nussa, banyak anime<\/td><td>Frozen, Toy Story, Encanto<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Alat-alat Populer Mulai dari Gratis sampai Bikin Kantong Menipis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda mungkin tertarik mencoba? Saya rekomendasikan beberapa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Blender<\/strong> \u2014 Gratis, open-source, dan sangat powerful. Banyak film pendek profesional dibuat dengan ini. Cocok untuk pemula dan expert.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Maya<\/strong> \u2014 Standar industri film dan game. Harganya seperti membeli motor bekas setiap tahun. Tapi fiturnya luar biasa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cinema 4D<\/strong> \u2014 Lebih populer untuk motion graphic dan iklan. Relatif lebih ramah pemula daripada Maya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>3ds Max<\/strong> \u2014 Favorit arsitektur dan desain produk.<br><em>Untuk pembaca yang baru mulai, saya sangat sarankan Blender. Gratis, komunitasnya besar, dan Anda bisa belajar dari YouTube tanpa keluar uang sepeser pun.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Relevansi 3D di Dunia Sekarang (Lebih dari Sekadar Film)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat artikel ini Anda baca, animasi 3D sudah merambah ke:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Game<\/strong> \u2014 Dari <em>Mobile Legends<\/em>, <em>Genshin Impact<\/em>, hingga <em>God of War<\/em>. Semua karakternya 3D.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Film &amp; Sinematik<\/strong> \u2014 Termasuk Marvel, Star Wars, bahkan film live-action sekarang penuh efek 3D yang nyaris tak terdeteksi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arsitektur &amp; Properti<\/strong> \u2014 Anda bisa &#8220;jalan-jalan&#8221; di dalam rumah yang belum dibangun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kedokteran<\/strong> \u2014 Simulasi operasi, visualisasi organ tubuh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Iklan &amp; Produk<\/strong> \u2014 Iklan mobil, botol minuman, hingga lipstik sering sepenuhnya 3D.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan kalangan YouTuber banyak yang menggunakan karakter 3D sebagai <em>avatar<\/em> virtual (Vtubing). Jadi, peluang kariernya sangat terbuka lebar, dari <em>modeler<\/em>, <em>rigger<\/em>, <em>animator<\/em>, <em>lighting artist<\/em>, hingga <em>technical director<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mitos vs Fakta (Supaya Tidak Salah Paham)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mitos:<\/strong> &#8220;Animasi 3D lebih mudah karena komputer yang bekerja.&#8221;<br><strong>Fakta:<\/strong> Komputer memang membantu, tetapi otak manusia yang merancang gerakan, emosi, dan timing. Komputer tidak tahu cara membuat karakter menunduk malu atau melompat gembira. Itu murni keahlian seniman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mitos:<\/strong> &#8220;Harus jago coding\/programming.&#8221;<br><strong>Fakta:<\/strong> Tidak harus. Banyak animator 3D hebat yang tidak bisa coding sama sekali. Mereka pakai software dan menu-menu yang sudah tersedia. Namun, jika Anda ingin menguasai <em>rigging<\/em> canggih atau membuat efek khusus, belajar scripting sedikit akan sangat membantu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mitos:<\/strong> &#8220;Animasi 3D itu mahal, tidak bisa dilakukan sendiri.&#8221;<br><strong>Fakta:<\/strong> Dengan Blender, laptop kelas menengah, dan semangat belajar, Anda sudah bisa membuat animasi pendek sendiri. Lihat saja banyak film pendek animasi 3D di YouTube yang dibuat satu orang\u2014bahkan ada yang masuk nominasi Oscar!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dunia Maya Ada di Genggaman Anda<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wah, ternyata waktu kita sudah hampir habis. Tapi saya harap Anda pulang dengan wawasan baru: bahwa <strong>animasi 3D bukanlah sihir<\/strong>, melainkan kombinasi antara seni tradisional (prinsip animasi tetap sama!), matematika, kesabaran rendering, dan secuil kegilaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda tidak perlu menjadi profesional dalam semalam. Cukup buka Blender, ikuti tutorial <em>donut<\/em> yang legendaris, dan buatlah bola bergerak. Karena setiap mahakarya 3D\u2014dari <em>Buzz Lightyear<\/em> hingga karakter favorit Anda\u2014dahulu juga dimulai dari satu kotak (<em>cube<\/em>) yang dipermainkan oleh seorang pemberani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terima kasih sudah berpetualang hari ini. Tetap sopan dalam belajar, tetap rapi dalam bekerja, dan jangan biarkan komputer menggantikan kreativitas Anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, para penjelajah imajinasi. Pernahkah Anda menonton film seperti Toy Story, Frozen, atau Spider-Man: Into the Spider-Verse? Lalu tiba-tiba bertanya dalam hati, &#8220;Gimana sih caranya mereka bikin karakter kartun itu kelihatan begitu\u2026 hidup?&#8221; Jawabannya bukan sulap, juga bukan sihir. Jawabannya adalah Animasi 3D. Berbeda dengan artikel sebelumnya yang membahas 2D digital atau animasi tradisional yang hangat dan manual, kali ini kita akan masuk ke dunia yang dingin namun menakjubkan: dunia poligon, koordinat XYZ, dan komputer yang bekerja 24 jam hanya untuk merender satu adegan hujan salju. Jangan takut; saya akan menjadi pemandu yang ramah. Mari mulai! Apa Itu Animasi 3D? Bukan Sekadar Gambar yang &#8220;Nongol&#8221; Secara sederhana, animasi 3D adalah proses menciptakan gerakan pada objek di dalam ruang tiga dimensi (memiliki panjang, lebar, dan kedalaman) menggunakan bantuan perangkat lunak komputer. Bedanya dengan 2D? Kalau animasi 2D seperti menggambar di atas kertas\u2014Anda hanya bisa bergerak ke kanan-kiri, atas-bawah. Sedangkan animasi 3D seperti bermain dengan boneka di dalam kotak kaca: Anda bisa memutar, mendekatkan, menjauhkan, bahkan &#8220;masuk&#8221; ke dalamnya. Contoh paling ikonik? Toy Story (1995) adalah film 3D pertama sepanjang sejarah. Sejak saat itu, industri film, game, arsitektur, hingga medis berlomba-lomba memanfaatkan teknologi ini. Tahapan Membuat Animasi 3D: Seperti Merakit Robot dari Nol Membuat animasi 3D tidak sesederhana &#8220;download aplikasi, lalu jadi&#8221;. Ada alur panjang yang bisa saya rangkum dalam beberapa langkah kocak namun serius berikut ini: 1. Modeling \u2014 Membentuk Tanah Liat Digital Ini adalah tahap &#8220;menggambar di ruang angkasa&#8221;. Animator 3D menggunakan titik-titik (vertex) yang disatukan menjadi garis (edge), lalu menjadi bidang (face). Kumpulan bidang membentuk sebuah mesh\u2014bayangkan seperti kerangka kawat berbentuk karakter atau objek.Kiasan: Seperti membuat patung dari lilin, tapi Anda menggunakan mouse dan keyboard, serta mata yang pegal melihat garis bantu. 2. Texturing \u2014 Memberi Kulit dan Pakaian Objek yang masih abu-abu seperti patung gipsum perlu &#8220;dibungkus&#8221; dengan gambar 2D yang disebut texture. Misalnya, kulit Woody di Toy Story harus punya tekstur kain jeans, motif baju koboi, dan serat topi. Ada juga yang disebut UV mapping\u2014istilah keren untuk &#8220;membuka gulungan&#8221; model 3D menjadi bidang datar supaya bisa ditempeli gambar. 3. Rigging \u2014 Memasang Tulang Palsu Supaya karakter bisa bergerak (tersenyum, berlari, menangis), ia perlu rig\u2014kerangka digital yang mengontrol setiap bagian tubuh. Ibaratnya, Anda memasang tulang, sendi, dan otot ke dalam boneka. Seorang rigger adalah profesi khusus yang tugasnya memastikan ketika Anda menggerakkan &#8220;tulang&#8221; lengan, maka &#8220;daging&#8221; di sekitarnya ikut bergerak secara alami. 4. Animation \u2014 Memberi Kehidupan Nah, inilah inti dari &#8220;animasi&#8221; itu sendiri. Setelah model selesai dan rig terpasang, animator mulai memainkan posisi rig di setiap frame (biasanya 24 atau 30 frame per detik). Bedanya dengan 2D? Di 3D, Anda tidak perlu menggambar ulang setiap frame\u2014Anda cukup mencatat posisi tulang di waktu tertentu, lalu komputer akan menghitung otomatis gerakan di antaranya (ini disebut interpolation). Bandingkan dengan tradisional: Kalau animator tradisional menggambar 24 gambar berbeda setiap detik, animator 3D cukup mengatur 2 atau 3 pose kunci per detik, lalu komputer mengisi sisanya. Praktis? Ya. Tapi hasilnya akan kaku jika tidak dihaluskan manual. 5. Lighting &amp; Rendering \u2014 Menyalakan Lampu Studio Ini adalah tahap yang paling dramatis. Tanpa pencahayaan, objek 3D terlihat datar dan palsu. Animator menambahkan lampu virtual (seperti lampu matahari, lampu studio, lampu neon) untuk menciptakan suasana: mencekam, romantis, atau ceria. Setelah itu, rendering: proses paling memakan waktu. Komputer menghitung bagaimana cahaya memantul, bagaimana bayangan jatuh, dan bagaimana warna menyebar. Satu bingkai bisa memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam tergantung kerumitannya. Bayangkan untuk film 90 menit\u2014wah, bisa berbulan-bulan hanya untuk render! Perbandingan Cepat 3D vs 2D vs Tradisional (Biar Gak Bingung) Supaya Anda memiliki gambaran utuh, saya buatkan perbandingan gaya &#8220;warung kopi&#8221; berikut: Aspek Tradisional 2D Digital 3D Alat utama Pensil, kertas, cel Tablet, software gambar (Krita, CSP) Software 3D (Blender, Maya, 3ds Max) Gerakan Digambar bingkai demi bingkai Digambar bingkai demi bingkai (digital) Posisi rig dikunci otomatis Kesalahan Harus ulang dari awal Tekan Ctrl+Z Ctrl+Z juga, tapi butuh re-rig jika salah Hasil akhir Hangat, tekstur terasa Rapi, warna solid Sangat realistis atau stylized 3D Waktu produksi Sangat lama Sedang Cenderung lama karena rendering Contoh karya Snow White Nussa, banyak anime Frozen, Toy Story, Encanto Alat-alat Populer Mulai dari Gratis sampai Bikin Kantong Menipis Anda mungkin tertarik mencoba? Saya rekomendasikan beberapa: Relevansi 3D di Dunia Sekarang (Lebih dari Sekadar Film) Saat artikel ini Anda baca, animasi 3D sudah merambah ke: Bahkan kalangan YouTuber banyak yang menggunakan karakter 3D sebagai avatar virtual (Vtubing). Jadi, peluang kariernya sangat terbuka lebar, dari modeler, rigger, animator, lighting artist, hingga technical director. Mitos vs Fakta (Supaya Tidak Salah Paham) Mitos: &#8220;Animasi 3D lebih mudah karena komputer yang bekerja.&#8221;Fakta: Komputer memang membantu, tetapi otak manusia yang merancang gerakan, emosi, dan timing. Komputer tidak tahu cara membuat karakter menunduk malu atau melompat gembira. Itu murni keahlian seniman. Mitos: &#8220;Harus jago coding\/programming.&#8221;Fakta: Tidak harus. Banyak animator 3D hebat yang tidak bisa coding sama sekali. Mereka pakai software dan menu-menu yang sudah tersedia. Namun, jika Anda ingin menguasai rigging canggih atau membuat efek khusus, belajar scripting sedikit akan sangat membantu. Mitos: &#8220;Animasi 3D itu mahal, tidak bisa dilakukan sendiri.&#8221;Fakta: Dengan Blender, laptop kelas menengah, dan semangat belajar, Anda sudah bisa membuat animasi pendek sendiri. Lihat saja banyak film pendek animasi 3D di YouTube yang dibuat satu orang\u2014bahkan ada yang masuk nominasi Oscar! Dunia Maya Ada di Genggaman Anda Wah, ternyata waktu kita sudah hampir habis. Tapi saya harap Anda pulang dengan wawasan baru: bahwa animasi 3D bukanlah sihir, melainkan kombinasi antara seni tradisional (prinsip animasi tetap sama!), matematika, kesabaran rendering, dan secuil kegilaan. Anda tidak perlu menjadi profesional dalam semalam. Cukup buka Blender, ikuti tutorial donut yang legendaris, dan buatlah bola bergerak. Karena setiap mahakarya 3D\u2014dari Buzz Lightyear hingga karakter favorit Anda\u2014dahulu juga dimulai dari satu kotak (cube) yang dipermainkan oleh seorang pemberani. Terima kasih sudah berpetualang hari ini. Tetap sopan dalam belajar, tetap rapi dalam bekerja, dan jangan biarkan komputer menggantikan kreativitas Anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10,12,11],"class_list":["post-23","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-animation","tag-3danimation","tag-animasidigital","tag-blender3d"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions\/27"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vf-online.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}